Sebelumnya saya ingin mengatakan, saya juga terkadang tidak
mengerti bagaimana saya hingga bisa menghasilkan tulisan-tulisan tersebut. Tapi
yang saya tahu, ketika saya terpikir akan sebuah kata atau sebuah kalimat dan
saya mengucapkan Bismillah, Ya Allah semoga tulisan saya bermanfaat. Dan setelah
itu dengan sendirinya jari-jari saya akan menari-nari tanpa ragu diatas tombol
keyboard. Kadang saya berpikir, saya bukan salah satu siswa kelas bahasa dan
saya juga tidak pernah belajar khusus untuk bisa menulis. Saya hanya
mendengarkan kata hati saya, merangkai kata-kata yang bermunculan dengan
sendirinya dipikiran saya.
Judul
tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan saya. Tapi ketika tadi saya selesai
menunaikan ibadah shalat Asar, tiba-tiba kalimat yang saya tulis sebagai judul
tersebut terus terngiang-ngiang dipikiran saya. Saya hanya berusaha mengartikan
kalimat yang tak lain saya tuliskan sebagai judul itu dalam pandangan saya dan
semampunya saya, hingga jika hasilnya bermanfaat, itu semua adalah karena
curahan cinta Tuhan, tapi jika terdapat kecacatan dalam tulisan ini, maka itu
seutuhnya adalah kesalahan saya.
Wanita
Istimewa itu “Aku”, karena saya adalah seorang muslim, istimewa dalam pandangan
saya ialah wanita yang jika ia mendengar nama Tuhan maka bergetarlah hatinya,
ketika dia bertemu dengan lawan jenih maka begitu malunya dia hingga dia akan
berlari bersembunyi, jangankan untuk berbicara, melihatnya saja dia merasa ragu.
Tapi saya sendiri tidak tahu apakah wanita seperti yang saya jabarkan itu masih
ada.
Semuanya
bergantung pada niat, pastinya tidak mungkin jika dijaman kehidupan kita
sekarang ini, bahwasannya kita tidak berkomunikasi dengan lawan jenis. Karena komunikasi
adalah kebutuhan yang wajib dan tidak bisa dihindari contohnya : bagi siswa
adalah ketika mereka harus mengerjakan tugas kelompok, secara otomatis pasti
mereka akan saling berinteraksi dengan siswa lainnya dan dengan gurunya, atau
dalam kehidupan bekerja tentunya dalam satu tempat kerja pasti terdapat lawan
jenis. Yang saya maksudkan disini bergantung niat ialah, dimana kita sebagai
wanita harus mampu menempatkan diri kita supaya berusaha semaksimal mungkin
menjadi istimewa. Saya punya salah satu sahabat, beruntungnya dia seorang pria,
jadi saya pernah berdiskusi tentang pandangan dia terhadap wanita, dan
kebetulan dia memang mengerti lebih tentang muslimah. Dia mengungkapkan ini
pada saya, “Nda, saya nggak tahu kenapa, tapi setiap kali saya bertemu dengan
wanita berjilbab, maka dimata saya dia itu sangat cantik dan begitu istimewa,
walau saya sendiri sangat menyadari bahwa saya tidak mengenal mereka, tidak
tahu perilaku mereka, tapi itulah pendapat saya saat pertama kali saya bertemu
mereka. Maka itulah keindahan yang Tuhan titipkan pada seorang wanita berjilbab
dimata saya.”
Dan satu
lagi, saya pernah bertanya ini pada salah satu sahabat saya yang lain,”Sebenarnya
seandainya kamu diminta memilih maka istri seperti apa yang kamu inginkan?” Dia
menjawab tanpa merasa bersalah,”Tentunya istri yang istimewa, dimana dia
menjaga keutuhannya, kesuciannya, dan kalau bisa yang baik budi pekertinya. Apalagi jika
berjilbab, itu nilai plus.” Lalu saya kembali bertanya,”Tapi mengapa kamu suka
melihat wanita yang seksi, memakai pakaian minim, rok mini dan berdandan secara
berlebihan?” Dia kembali menjawab tanpa ragu,”Nda, masa ada rejeki buat cuci
mata dilewatkan begitu saja, kamu ini.”
Dari percakapan tersebut akhirnya saya menarik
kesimpulan, bahwa sebenarnya hampir sebagian besar pria atau kaum adam menilai
tentang wanita yang cantik dan seksi itu hanya ingin menikmati sesaat saja atau
bisa disebut ajang cuci mata, bukan ingin memiliki bahkan hidup bersamanya atau
memberikan ketulusan cinta, lalu inilah yang menjawab pertanyaan-pertanyaan
yang sering bermunculan dibenak saya. Pantas saja banyak wanita yang hamil
diluar nikah, dan setelah itu diterlantarkan begitu saja, bagaimana tidak? Bukankah
harta yang paling berharga dan takkan bisa dinilai harganya pada diri seorang
wanita itu kesucian atau biasa disebut dengan keperawanan? Sedangkan jika kesucian
itu sendiri telah hilang direnggut oleh orang-orang yang tak berhak, lalu apa
lagi yang harus kita banggakan? Apalagi yang mempu kita tunjukan pada mereka
bahwa kita istimewa? Padahal wanita dianugrahi memiliki hal yang suci, tempat
melahirkan bayi-bayi yang suci tak berdosa, tapi zina dan aborsi itu yang
menodai kesucian sebuah rahim yang dianugrahkan pada seorang wanita.
Seringkali
saya membaca berita tentang pemerkosaan, kalau saya boleh berpendapat,
seandainya kita berpakaian secara sopan, wajar tidak minim, itu setidaknya
meminimalkan kemungkinan pelecehan. Apalagi jika yang berjilbab, biasanya para
pria seolah segan untuk melakukan hal-hal yang tidak sopan. Walaupun saya
sendiri tidak bisa jamin bahwa kita bisa terhindar dari kejahatan-kejahatan
atau tindak pelecehan tersebut. Tapi setidaknya bukankah berusaha itu lebih
baik, jika dibuat perumpamaan seperti saat seseorang telah difonis mengidap
suatu penyakit contohnya kanker, yang secara jelas kita ketahui tidak bisa
disembuhkan, tapi dokter dan si pengidap tetap berusaha untuk meminimalkan
perkembangan penyakit tersebut, walau mereka tahu bahwa itu tidak mungkin
disembuhkan, jadi apa salahnya berusaha untuk kebaikan sendiri.
Yang tahu dan
menilai apakah kita istimewa atau tidak itu kan orang lain, tapi pastinya kita
bisa tahu benar seperti apa gambaran wanita yang istimewa itu, jadi pastinya
kita bisa berusaha semaksimal mungkin untuk membentuk diri menjadi salah satu
wanita istimewa yang bisa disebut juga limited edition atau stocknya terbatas. Apalagi jika dilihat dari
jumlah perbandingan pria dan wanita dibumi ini, saya tidak tahu pastinya berapa
perbandingan antara wanita dan pria disaat ini tapi jika dikira-kira mungkin
1:3 otomatis dari sana kita bisa lihat bahwa kita harus bersaing dengan minimal
2 orang wanita untuk mendapatkan seorang pria, dan belum tentu semua pria itu
baik budi pekertinya. Inilah saat kita menjadikan diri kita istimewa agar kita
bisa dipilih dan dipertimbangkan oleh pria-pria yang baik budi pekertinya. Ayo kita
mencoba dari hal-hal yang kecil seperti contohnya, berpakaian sopan, membenahi
cara bicara agar binatang-binatang yang harusnya dikandang tidak keluar dari
mulut kita, peduli pada lingkungan sekitar, dan selalu membenahi diri dari
waktu ke waktu, hingga suatu hari saat kita telah menemukan pasangan hidup yang
terbaik untuk kita, kita bisa tersenyum dan berkata dalam hati Wanita
Istimewa itu Aku.


Keine Kommentare:
Kommentar veröffentlichen