Pernahkah kalian merasa membenci diri kalian sendiri? Pernahkah kalian marah pada hidup ini? Pernahkah kalian merasa semuanya seolah tidak adil? Jika jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tadi semuanya “IYA“. Dan pertanyaan yang terakhir yang ingin saya ajukan adalah, kenapa kalian merasakan hal itu? Kenapa?
Hidupku adalah dimana dalam setiap langkahku, aku mampu mengumpulkan puing-puing pelajaran yang dengan curahan cinta-Nya dalam setiap goresan tintaku, mampu terbentuknya sebuah tulisan bermanfaat.
Dienstag, 22. Mai 2012
Montag, 21. Mai 2012
Karena Kebaikan Tidak Mengenal Kata "BATAS"
Sering kali aku mendengar ada seseorang mengatakan,“Kan kesabaran seseorang itu ada batasnya.“ Dalam hati aku bertanya, “Apakah benar dalam hal kebaikan mengenal kata batas?“ Jika benar, harusnya cinta orang tua pun memiliki batas, tapi buktinya mamah papah tetep sayang dan rela lakuin apa aja asalkan anak-anaknya bahagia. Dan jika mereka mengenal kata BATAS, tentunya mereka takan melakukan hal tersebut.
Freitag, 18. Mai 2012
Kekuatan Ketulusan
Ketika semua berkata menanti itu membosankan, maka bagiku
menanti itu adalah keindahan seperti tumbuhan yang menanti guyuran hujan, walau
suatu hari kelak dia akan layu, tapi dia tetap sabar untuk menanti.
Mempersembahkan, ketika mereka sibuk untuk menuntut, tapi dihatiku
mempersembahkan mampu memberikan kedamaian, seperti tetes kesejukan air sebagai
penghilang dahaga ditengah gurun pasir.
Kekuatan Cinta Titipan-Mu
Sebenarnya aku tak pernah ingin menjabarkan tentang cinta
dalam pandanganku. Tapi ternyata cinta terlalu indah untuk tidak dijabarkan. Cinta,
cinta itu seperti tetesan embun dipagi hari yang mengikuti jejak angin
menebarkan kesejukan menyelinap secara diam-diam melalui celah-celah jendela
kamarku.
Donnerstag, 17. Mai 2012
Kado untuk Ketulusan Sesosok Jiwa
Sesekali masih aku lihat kesedihan dibinar-binar matanya,
bahkan cahaya keceriaan yang selama ini menemaniku seolah meredup. Aku mengerti
bagaimana rasanya, walau aku sendiri belum pernah mengalaminya. Sesosok jiwa
kecil yang termenung sendiri disudut kelas sebuah Sekolah Dasar, masih terlihat
jelas matanya yang membengkak dan terkadang bulir-bulir bening itu masih tetap
saja menetes.
Abonnieren
Posts (Atom)


