Sering kali saya dengar, ketika saya dijalan atau bahkan mendengar langsung dari mulut orang-orang yang saya kenal. „Ih kenapa yah si A mau aja nikah dengan si B, padahal si B itu kurus, item, jelek, pesek pul
a. Atau padahal si B itu cacat, gemuk, untuk mengurus dirinya saja tidak becus bagaimana ingin mengurus pasangannya, bahkan yang ada hanya bisa merepotkan saja.“



